Jumat, 11 Oktober 2013

NASEHAT


(Untuk Diriku Sendiri)

Menjadi melati-lah Bunda AN
Meski tampak tak bermakna
Ia tebar harum wewangian
tanpa meminta balasan.

Ia Begitu Putih, walau bukan tanpa cacat, ia tak takut hadapi angin, dengan mungil tubuhnya.

Ia Tak Pernah Ragu Hadapi Hujan
yang membuatnya basah.


Ia tak pernah iri
melihat mawar yang merekah segar.
 
Ia Tak Pernah Malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi.

Ia tak pernah rendah diri, pada anggrek yang anggun.


Ia Tak Pernah Dengki, pada tulip yang berwarna-warni.
ia tak gentar layu
karena pahami hakikat hidupnya.

Menjadi kupu-kupulah Bunda AN,Meski itu tak mudah,Ia harus melewati proses-proses sulit, Sebelum dirinya saat ini, ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan.

ia bersembunyi dan menahan diri dari segala yang menyenangkan, hingga kemudian tiba saatnya untuk keluar dengan penuh keindahan.
Menjadi Karanglah, Meski tidak mudah, 
Ia mampu menahan
Sengat binar mentari yang garang.
Ia sangat kukuh Halangi
deru ombak yang kuat
Menerpa tanpa kenal lelah.

Ia sanggup melawan bayu yang keras Menghembus dan menerpa Dengan dingin yang coba membekukan.

Ia sangat Tegar, 
Menahan hempas badai Yang datang menggerus terus-menerus Dan coba melemahkan keteguhannya. Ia Sanggup berdiri tegak berhari-hari, Hujamkan akar yang kuat Hanpa rasa jemu dan bosan.


Menjadi apapun dirimu…,
Bersyukurlah selalu.
Kaulah yang paling tahu siapa dirimu.
Dan hanya kau yg bias meyakini kekuatanmu.

Kau juga sadari kelemahanmu.
Jadilah melati yang senantiasa mewangi,
Kupu-kupu, karang yang kokoh
atau apapun yang kau mau.
Tapi, tetaplah sadari Kehambaanmu……
Dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
Tuhan Semesta Alam...

SELENDANG & SORBAN



Menjelajah alam fikir,
Saat cuaca bathin tak bersahabat,
Hanya angin menderu bersuara sepi,
Meluruhkan bulir bulir rindu hampa.
Menunas kini benih yg kau Tanam menjadi Janinku.

Janjimu kau sulam menjadi selendang
Tapi yg datang padaku hanya selembar sorban

Akankah Satu daun gugur bertulis namamu
Lalu kamu menghilang
Bersama harum kamboja dan belukar meranggas.
Aku Tidak Pernah Menyesal
Meski Rangkaian janjimu berbuah Sumpah Serapah.

Tinggallah Aku,
Dengan Kokoh Berdiri
Diantara Gemuruh Goncangan Problematika
Menyulam Butiran Air Mata
Yang Nyata tak terurai

Dalam Kegamangan Tiada Arah
Duhai penjaga hati…
Pahamilah bathin ini…
Aku Bukan wanita berkalung sorban~~~

ANAK-ANAKKU, DENYUT NADI KEHIDUPANKU


Janinku dan Anak-anak-ku
Sampai kapanpun Mama Pasti kan mampu bertahan
menjaga seutuhnya kasih sayangku toek Kalian
Karena Hembusan Nafas Kalian adalah Hidupku
Karena Detak Jantung Kalian adalah Jiwaku

kini Mama sangat Mensyukuri
Allah Berikan semua
Jiwa, Hati, dan Seluruh Rasa yang mama miliki
Kuabadikan untuk Kehidupanmu Anak-anakku,,, 

Special buatmu Janinku… 
Mama Pasti akan Mampu bertahan untukmu…
Meski Mama bukan Manusia sempurna seperti yang diharapkan Papa Kalian
Mama Akan Tetap Kuat dan tetap bertahan
Walau Badai Cobaan Mendera 

SYUKUR


Syukurku terangkai hingga tepian Hari,
Menakar Sabar hingga Terurai Waktu.
Kesulitan demi kesulitan mulai terasa wajar,

Jiwa ini telah melebihkan syukur daripada mengeluh…
Hati ini telah melebihkan sabar daripada menangis.
Lalu cinta-Mu menjelma dalam sebuah Senyum Kelegaan.
Terima kasih Ya Allah, Engkau kembalikan Ruh-ku
setelah Penat Mengembara di Hari-hariku...

Masih Dalam Syukur-ku Ya Rabb...
di satu Tahun usia Pernikahan Kami.
.
 — bersama Mh Yufar.

JANJI MANIS-MU BERBUAH SUMPAH SERAPAH


Cukup berat semua ini kuhadapi
Menangis Ingin mengingkari Sumpah serapahmu

Setiap katamu takkan kulupa
Kini Ku Hanya Mampu Berharap disertai Do’a Tulus Lurus ke Aras Allah
DIA lah Penyelamat UmatNYA,,

Aku Kan Tetap menunggu, Sampai Hidayah itu Datang,
Kelak Kapanpun itu,dia suamiku Menyadari akan Kasih Tulusku
Bahkan saat aku tak lagi bisa menatap dunia.

SYUKUR NIKMAT


Syukurku terangkai hingga tepian Hari,
Menakar Sabar hingga Terurai Waktu.

Kesulitan demi kesulitan mulai terasa wajar,

Jiwa ini telah melebihkan syukur daripada mengeluh…
Hati ini telah melebihkan sabar daripada menangis.

Lalu cinta-Mu menjelma dalam sebuah Senyum Kelegaan.

Terima kasih Ya Allah, Engkau kembalikan Ruh-ku
setelah Penat Mengembara di Hari-hariku...


Masih Dalam Syukur-ku Ya Rabb...
di satu Tahun usia Pernikahan Kami..




KEMELUT HATI


Baru saja sekejap Kebahagiaan itu Kugenggam
Kemelut demi kemelut Menghantam
Kedamaian itu Hilang
Rasaku Hampa
Hatiku Kalut
Jiwaku diguncang Prahara
yang selalu kau ciptakan
  
Masalah demi Masalah Menghantam Nurani
Caci Maki Menguras Kesabaran
Amarahmu Menghabiskan seluruh sisa kekuatanku Asaku Samar,Tertutup Tabir Kecurigaan
Harapanku Hilang,Tercampak Bersama Tuduhan Siksaan Bathin Tiada Henti
Luka Jiwa Memborok

Tinggallah Aku, 
dengan Cinta kokoh Berdiri diantara Gemuruh Goncangan Problematika
Menyulam Butiran Air Mata
Yang Nyata tak terurai
Dalam Kegamangan Tiada Arah
Duhai penjaga hati…
Pahamilah bathin ini…

Labels

Entri Populer