Minggu, 29 September 2013

~✽ Do'a Ku ✽~

Bismillahir rahmaanir rahiim

Ya Allah ...
Telah ENGKAU Jadikan suamiku ini adalah pilihan-MU di Arash, 
Kupinta PadaMU, Berikan aku kekuatan untuk terus bersamanya.
Telah ENGKAU Jadikan suamiku ini adalah suami yang akan membimbing tanganku di titianMU,
Kupinta PadaMU, Karuniakanlah aku sifat kasih dan ridha atas segala perbuatannya
Telah ENGKAU Jadikan suamiku ini adalah Bidadara untukku di JannahMU, Kupinta PadaMU,  Limpahkan aku dengan sifat tunduk dan tawadhu akan segala perintahnya.
Telah ENGKAU Jadikan suamiku ini adalah yang terbaik di duniaMU,
Kupinta PadaMU, Peliharalah tingkah laku serta kata kataku dari menyakiti perasaannya.
Telah ENGKAU Jadikan suamiku ini adalah jodoh yang di rahmati olehMU,
Kupinta PadaMU, Berikan aku kesabaran untuk menghadapi segala Tingkah dan Ragamnya.

Aamiin Ya Rabbal'aalamiin

Sabtu, 28 September 2013

CAHAYA HATI






Jalanku memang terjal berliku
Semua telah kupahami bahwa hidup tak begitu mudah
Beberapa yang kutemui selalu menyedihkan hati

Saat kau hadir begitu saja
Dalam sapaan akrabmu
kau tawarkan sebuah cinta tulus hati
Kau membuatku tertawan
menggugah naluri yang sempat mati

Terima kasih atas cintamu
Betapa kini kutemukan

Cahaya hati yang menyejukkan


#Efek ditlp sampe pagiolehsuami dan baru terasa Komunikasi yang enak...*

TIADA NURANI, TANPA LOGIKA






Malam-malamku Sering Gaduh
Gelegar Amarahmu ciutkan Nyali
Terkadang Senyap…Dingin tanpa cerita
Kesedihan iringi redupnya hati.
Cahaya jiwa yang tersentuh,
getarkan duka lara.

Dinginnya malam,
Ku lalui dengan sengketa hati
Yang Terurai dari cerita tanpa Nurani
Tanpa Timbang Rasa.

Mahligai…! Apakah hakikatmu?
Sejatinya dirimu Penyejuk dahaga,
Sejatinya wujudmu pencipta suka cita.

Ku yakin kau angin
menerbangkan kepahitan disemua dahaga
Lalu kau jerat aku dengan canda dan tangismu
Disemua Yakinku akan Mahligaiku

Cerita tentang cintanya menebar angkuh.
Mirisnya Kau terpikat, bahkan terjebak…!
Memuai gundahku
Bukankah hati tak bisa di ingkari…?

Selebihnya Mahligaiku tak  berbentuk..!
Tiada Arah…
Keindahan Cerita yang kau suguhkan,

Mematikan semua logika yang ada.


#semuaceritamuttgFanny...!

Kamis, 26 September 2013

SENSASI SEBUAH PERJUMPAAN





     Sendiri Kujalari Roda Vario CBS-Ku
     Menjemput saat kau Datang,
     Toek Menyulam Kembali Rajutan Hati
     Tautkan Kembali Jiwa kita
     Yang Terhempas

Gilasan Roda Jalanan terasa ngalir di nadi
Kau mengerjapkan Harap serupa sayap-sayap punai
Garang menyisir desir Kemacetan
Bercermin Harapku pada langit
Kembali terasa dan teraba katup jantung
Memompa mahadaya cinta dan senja
kembali berwarna

Ngurah Rai, 26 September 2012

MENGAGUMIMU





Semua Hal kini Menjadi Masalah
Karena aku pernah salah
Dan selalu saja salah
Semua akhirnya tak berharga…

Aku Mengagumimu
Sampai kapanpun akan tetap Mengagumimu
Tapi kenapa karenanya bulan murung…?
Bintangpun ikut muram…?

Aku Membutuhkan PerTolonganmu
Luka ini terlalu perih untuk kuhela sendiri.
Bibir ini kelu
Terkunci Rapat oleh Gembok Lara
Lidah ini kaku
Oleh tetesan air mata yang mengkristal

Sungguh...Seandainya kau tahu
Betapa susahnya mengumpulkan semua serpihan hati ini
Betapa aku merindukan kita yang dulu

Dibawah Tiang Bendera, Saling Memuji dan Mengagumi…

TERTEKAN





Jengah dengan kehidupan ini
Diam salah, Ngomong Apalagi
Langitpun ikut Kelam
Bumi Malah Berduka
Angin hanya terdiam lewat begitu saja
Suara Kering Hujan yang Harusnya Menyejukkan,
Justru Terasa sangat Menusuk,
Datang Lewat Gelegar Suara Sindiran dan Makian untukku…
Darimu suami Impianku, Dulu, Kini dan Selamanya...

L E G A K U




Syukurku terangkai hingga tepian Hari,
Menakar Sabar hingga Terurai Waktu.
Kesulitan demi kesulitan mulai terasa wajar,

Jiwa ini telah melebihkan syukur daripada mengeluh…
Hati ini telah melebihkan sabar daripada menangis.
Lalu cinta-Mu menjelma dalam sebuah Senyum Kelegaan.

Terima kasih Ya Allah, Engkau kembalikan Ruh-ku setelah Penat Mengembara di Hari-hariku...
x

DO’A DALAM KERINDUAN




Anakku…
Hancur hati Mama saat itu,
Menangispun tiada guna.
Engkau terrampas, tertinggal hanya dengan selembar baju dibadanmu.

Mama tidak bisa terpaku terlalu Lama, Bertahan tak mungkin,
Akhirnya Mama Harus Meninggalkanmu dengan segala Kepasrahan.
Dengan satu Tekad, Mama Pasti akan kembali untukmu anakku..

Menyesal dahulu mama mengijinkanmu toek pamit Padanya,Pada Bapa tua itu,,, yang akhirnya Merampas Hak dan Hidupmu toek tetap tinggal..

Mama selalu meriindukanmu sayang,,, Mama Kembali lagi, tapi engkau tidak bisa mama temukan lagi,
Engkau diintimidasi, disembunyikan, entah dengan maksud apa…
Kalian dua orang kesatriku dipsiahkan..
Tanpa Nurani, hanya karna keegoisannya,
Keegoisan seorang Bapak yang tidak mempunyai Nurani,,ingin menguasai diri dan hidupmu…

Tabahkan jiwamu Satriaku,,,
Baik-baiklah disana…
Tetaplah Tegar…
Sehatlah selalu…
Beradalah selalu dijalan Allah…
Mama disini selalu mendoakanmu sayang.
Rajinlah belajar,dan belajarlah dengan baik.

Akhirnya Mama Pasrah akan keadaan,,,
Engkau Kesatriaku akan memberikan yang terbaik untuk Tabahku.


Hiduplah dengan baik Anakku, ADI KURNIADI PRATAMA,


Mama Menyayangimu dengan Do’a- do’a Mama..
Tabahkan Hatimu sayang…
Jangan nakal…
Mama selalu Merindukanmu…


Selalu…

ANUGERAH YANG PALING BERHARGA





Ada sebuah telaga indah, airnya sejuk, jernih dan tenang.
Permukaannya berkilau, bukan hanya karena memantulkan Sinar Rembulan, namun Batu – batu Pualam yang ada di dasarnya juga memancarkan cahaya.
Kedamaian selalu meliputinya. Sayangnya, telaga itu tak mudah di jangkau. Ia terletak di tengah hutan lebat yang dipagari oleh semak berduri.
Pepohonan tinggi dan binatang buas menghadang setiap langkah ke sana.
Siapa pun yang mampu menemui dan mereguk keindahannya, raja rimba pun tunduk dan patuh padanya.

TELAGA itu adalah HATI NURANI kita, yang senantiasa menyerukan ketentraman batin. Kesejukan regukan airnya memberi makna pada hidup Kita.
Sedangkan RIMBA LEBAT PENUH DENGAN BINATANG BUAS adalah wujud dari Pikiran, Emosi, Hawa Nafsu dan Persepsi Indrawi yang selalu menghalangi jalan Kita. Tanpa disadari ia pun dapat melukai diri Kita. Namun, bila anda telah menemukan suara Hati Nurani itu, maka Kekuatan dan Kedamaian melingkupi Kita.
Temukan telaga jernih milik Kita. Itulah anugerah paling berharga yang harus Kita Pegang Teguh dalam hidup ini. 

Selasa, 24 September 2013

TANGISAN MATA HATIKU






Dalam senyum ku sembunyikan Letih
Derita dan Kemalangan datang silih berganti
Tak sedetikpun menghentikan langkahku
Meniti Harapan Baru bagi Hidup kita

Seonggok cacian selalu diberikan padaku
Segumpal Hinaan tak kupedulikan
Selalu kuteruskan langkahku
Menapaki Impian toek masa depan kita

Bukan Setumpuk Emas Kuharap dalam Kesuksesanmu
Bukan Gulungan Uang kuminta pada Kegemilanganmu
Cukup dinasehati dan diberi Bimbingan
Dengan kata dan Kalimat yang Baik..

Hargai Hidup ini,
Syukuri Rahmat yang diberikan
Sebelum semuanya Hilang…

Sabtu, 14 September 2013

BAHAYA LIDAH







"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Ada kisah menarik yang disampaikan Ibnu Katsir dalam menjelaskan asbabun nuzul Surah Al-Hujurat ayat 6. Kisah ini pernah dialami isteri Rasulullah SAW, Aisyah r.a, di bulan Sya'ban tahun kelima hijriyah.

Saat itu, Aisyah r.a, mengalami kegelisahan luar biasa akibat fitnah yang disebarkan oleh kaum munafik di Madinah. Isunya pun tidak main-main. Isteri Rasul SAW yang mulia ini dikabarkan telah berselingkuh dengan seorang sahabat Rasul yang bernama Shafwan.

Fakta-fakta pun terangkai dan tertata apik, seolah isu itu memang benar-benar terjadi. Mulai dari tidak tahunya sang suami, Rasulullah SAW, kalau Aisyah tidak pulang bersamanya dari suatu tempat dalam sebuah peperangan di Bani Musthaliq. Hingga, Aisyah r.a yang tiba-tiba datang berdua dengan seorang pemuda ganteng. Itulah dia Shafwan Ibnu Mu'aththal.

Dengan cara apa lagi Aisyah r.a menjelaskan kalau dirinya tidak seperti yang diisukan, padahal tidak ada seorang saksi pun kecuali mereka berdua. Fitnah pun merebak begitu subur dan meluas di seantero Madinah.

Kalau saja bukan karena firman Allah SWT yang menegaskan kesucian Aisyah, mungkin fitnah tersebut akan menjadi petaka besar bagi dakwah Islam saat itu.

Firman Allah SWT, "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Jangan kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan ia baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).” (QS An Nur: 11)

Demikian dahsyatnya bahaya lidah (Afatul Lisan). Ketajaman lidah jauh melebihi pisau dan pedang sekalipun. Karena, sekali ia beraksi dan berjalan, maka korbannya tidak hanya satu atau dua orang saja, melainkan bisa seluruh kampung, daerah, negara, bahkan jamaah sekali pun.

Islam mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dengan ucapan. "Siapa yang banyak bicara maka banyak pula salahnya. Siapa yang banyak salahnya, banyak pula dosanya. Dan, siapa yang banyak dosanya, maka api neraka lebih utama baginya." (HR Athabrani)

"Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan), niscaya aku menjamin baginya surga." (HR Bukhari)

DUNIA INI HANYALAH PERUMPAMAAN AKHIRAT







Bismillahirrohmanirrahim

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan negeri akhirat itu sebagai tempat pembalasan hamba-hambaNya yang beriman. Karena sesungguhnya dunia ini tidak memuat apa yang Allah menghendaki untuk membalas mereka. Karena pemberianNya terlalu tinggi bila dibalas di dunia yang fana ini”

Wahai saudaraku, pernahkah kita berdoa kepada Allah, dengan segala sesuatu yang kita ingini dalam hati. Terkadang kita menginginkan doa tersebut disegerakan untuk dikabulkan. Namun kita lupa bahwa Allah lebih mengetahui apa yang sesungguhnya terbaik untuk kita. Bukankah akan lebih mulia jika doa kita tadi dikabulkan oleh Allah diakhirat ??. Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan menetapkan segala sesuatu bagi hambaNya kecuali dengan kebaikan bagi kita, dan Allah lebih mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui. Dan Firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 216 yang isinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Wahai saudaraku, dunia ini memiliki dua sisi yang bertolak belakang yaitu sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyedihkan. Sesuatu yang menyenangkan adalah ketika kita mendapatkan kenikmatan, segala keinginan tercapai, jalan-jalan di taman yang kita lalui menjadi indah bagaikan menjadi raja dalam sekejap. Sedangkan kesedihan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat pikiran gelisah, rasa bersalah, terhimpit kekurangan pangan, terancam kenyamanan dan keamanan diri, melihat sesuatu yang tidak disukai dan sebagainya. Namun sebesar apa pun nikmat yang diberikan Allah kepada kita, nikmat itu tidak akan pernah terasa jikalau hati kita tidak diliputi rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi Rahmat. Bukan karena sedikitnya nikmat yang kita peroleh, akan tetapi lantaran begitu besarnya nikmat itu sehingga tak ada satu pun dari apa yang kita usahakan yang terlepas darinya. Ibarat seekor kutu di atas punggung seekor gajah.


Tidak sedikit orang yang dikaruniakan kekayaan, kesehatan, kelapangan riski yang merasa sempit hati lantaran dengki melihat tetangganya mendapatkan nikmat. Ada pula yang orang-orang sengaja mendramatisasi kehidupannya sehingga hidupnya tampak sangat menderita, padahal semua yang ditangisinya hanyalah tak lebih dari fantasi yang tidak pernah terjadi. Ketahuilah bahwa Allah tidak pernah mendzolimi hambanya, tetapi merekalah yang mendzolimi diri mereka sendiri.

Ada sebuah cerita seorang ibu yang mempunyai dua orang anak. Anak pertama mencari riski dengan menyewakan payung kepada pejalan kaki ketika hujan. Sedangkan anak yang kedua mencari riski dengan menjual es ketika panas terik matahari menyengat. Dua anak ini adalah tulang punggung keluarga bagi sang ibu. Namun sepanjang tahun sang ibu terlihat murung. Kesedihan selalu meliputinya seakan tanpa henti. Seseorang bertanya kepada ibu tadi perihal kesedihannya. Sang ibu menjawab, “Pada saat hujan, aku sedih lantaran dagangan es anak keduaku tidak laku sedangkan ketika panas terik akupun sedih lantaran usaha anak pertamaku menyewakan payung tidak laku.lalu dari mana kami bisa mencukupi kebutuhan keluarga”. Alangkah arif jika sang ibu tadi bersyukur ketika hujan lantaran payung yang disewakan anak pertamanya laku, dan bersyukur ketika panas lantaran es yang dijual anak keduanya laku. Tidak akan ada kesedihan, yang ada hanyalah rasa syukur terhadap pemberian Allah SWT. Dan Allah berjanji akan menambahkan nikmat yang diberikanNya.

Labels

Entri Populer