Menangislah Bunda Arni Nurmeini...
Selagi Kupu-kupu Membawakanmu Sekembang Cinta
Lalu Terbanglah tanpa Batas Waktu.
Disana Kau Membuat Peta, Tentang Hari Kemarin yang
Terselip Sengketa dan Kesalahan-Kesalahan Yang Kau Toreh Sendiri...
Menangislah Bunda Arni Nurmeini...
Selagi Rembulan dan Bintang sanggup Mencatat Tasbih dari
cucuran Air Matamu...
Tapi Satu Hal Harus Kau Catat Sendiri Hari Ini.
“Jangan sampai Air Matamu Melemahkan Jiwamu...”
Diantara Luruh air matamu, sebisanya harus Menyuburkan
Kesadaranmu, Bahwa Kau Bukan “Zambrut Khatulistiwa”
Tetaplah Kau lukis Senyum-mu, Walau Warna Cintanya
untukmu telah Pudar,,,Yang dengan Lantang Kau Diteriaki,,,” Saya Ceraikan
Kamu..”
Sampai Habis Air Matamupun tidak akan bisa mengembalikan
semua yang telah terjadi...
Karnanya Lebih Baik Kau berhenti Menangisi semua itu...
Dengan Kekuatan Hatimu, Kau Harus bisa Mengemas diri,
Membuat Getar Jaga untuk Hidupmu, Menjadi Pribadi yang Lebih Berharga...
Kau Seorang Istri,, Kau Tidak Pantas tumpahkan air matamu
seperti ini, Yakinlah dengan Kemasan dirimu lebih bersahaja, kau Pantas
Mendapatkan Kebahagiaan bersama suamimu...
Jl. Cengkeh No. 20 : 19 Juni 2013

