(Untuk
Diriku Sendiri)
Menjadi
melati-lah Bunda AN
Meski
tampak tak bermakna
Ia tebar harum wewangian
tanpa
meminta balasan.
Ia Begitu Putih, walau
bukan tanpa cacat, ia
tak takut hadapi angin, dengan
mungil tubuhnya.
yang
membuatnya basah.
melihat
mawar yang merekah segar.
Ia Tak Pernah Malu pada
bunga matahari yang menjulang tinggi.
Ia Tak Pernah Dengki, pada
tulip yang berwarna-warni.
ia
tak gentar layu
karena
pahami hakikat hidupnya.
Menjadi
kupu-kupulah Bunda AN,Meski
itu tak mudah,Ia
harus melewati proses-proses sulit, Sebelum
dirinya saat ini, ia
lalui semedi panjang tanpa rasa bosan.
ia
bersembunyi dan menahan diri dari
segala yang menyenangkan, hingga
kemudian tiba saatnya untuk
keluar dengan penuh keindahan.

Menjadi Karanglah, Meski tidak mudah,
Ia
mampu menahan
Sengat
binar mentari yang garang.
Ia
sangat kukuh Halangi
deru ombak yang kuat
Menerpa
tanpa kenal lelah.
Ia sanggup melawan bayu yang keras Menghembus
dan menerpa Dengan
dingin yang coba membekukan.
Ia
sangat Tegar,
Menahan
hempas badai Yang
datang menggerus terus-menerus Dan
coba melemahkan keteguhannya. Ia
Sanggup berdiri tegak berhari-hari, Hujamkan
akar yang kuat Hanpa
rasa jemu dan bosan.
Menjadi
apapun dirimu…,
Bersyukurlah
selalu.
Kaulah
yang paling tahu siapa dirimu.
Dan
hanya kau yg bias meyakini kekuatanmu.
Kau
juga sadari kelemahanmu.
Jadilah
melati yang senantiasa mewangi,
Kupu-kupu,
karang yang kokoh
atau
apapun yang kau mau.
Tapi,
tetaplah sadari Kehambaanmu……
Dihadapan
Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
Tuhan
Semesta Alam...












0 komentar:
Posting Komentar