Rabu, 12 April 2017

Filosofi Waktu

Filosofi Waktu

  • Jam kehidupan itu hanyalah diputar satu kali saja oleh Pemilik Waktu. apa yang terjadi ketika dalam putaran waktu itu, kita telah begitu sering mengecewakan orang yang kita kasihi. Dalam perputaran waktu itu, seberapa sering orang disekitar kita bahagia karena perkataan, perbuatan kita? konon apabila kita membuat grafiknya apakah terjadi keseimbangan, atau malah timpang? kalau seandainya ketimpangan itu cenderung membahagiakan orang disekitar kita, orang yang kita kasihi, its a good job… but?? ketika itu cenderung timpang kearah yang lain???
  • Janganlah terlalu mudah mengucapkan “maaf” ketika kita melakukan suatu salah. karena ketika ” maaf” itu tidak lahir dari hati yag tulus, maka dapat dipastikan kesalahan-kesalahan serupa, bahkan yang lebih “parah” lagi, akan terjadi, dan itu akan membuat orang lain semakin menderita. Waktu akan menolongnmu memahaminya
  • Kita, tidak akan pernah bisa mengubah orang lain sesuai deNgan apa yang kita mau, meskipun kita berfikir “perubahan” itu baik adanya. Kita hanya menunggu Waktu agar dia bisa berubah. Faktor dari luar diri, itu hanyalah bagian kecil saja untuk melakukan suatu perubahan, faktor yang paling besar adalah dari dalm diri sendiri. Waktu, akan membantu melahirkan hati yang mau berubah menjadi lebih baik lagi.
  • Waktu kanak-kanak, aku berfikir dan bertindak seperti kanak-kanak, tapi seiring dengan Waktu, aku harus belajar lebih dewasa lagi, karena Waktu harus benar-benar dimanfaatkan dgn baik. Bisakah dengan mutlak kita membeli Waktu, bisakah kita mengembalikan hati yang terluka dengan Waktu?.
  • Seiring dengan Waktu, semua bisa berubah, tapi kembali kepada hati yang bagaimana yang kita pakai untuk Waktu bisa menjadi berkat bagi banyak orang??
  • Waktu, manfaatkanlah dia, krn Waktu hanya diputar sekali saja. betpapun banyak harta yang kita miliki, itu tidak akan pernah mengembalikan Waktu yang lalu walaupun hanya 1 detik. 

Wiro Sableng #154 : Insan Tanpa Wajah

Wiro Sableng #154 : Insan Tanpa Wajah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETAKA PATUNG KAMASUTRA

GURUN Tengger siang terik panas membara. Hari itu hari ke 305, merupakan hari terakhir dari tapa samadi yang dilakukan Cakra Mentari di atas pohon tanjung besar yang tidak terlihat oleh mata manusia biasa. Sekujur tubuhnya mulai dari rambut sampai ke kaki memutih tertutup lapisan debu gurun pasir. Sekian ratus hari dia duduk tidak bergerak, bahkan seolah tanpa bernafas di atas pohon tanjung yang menghadap ke utara. Setiap hari, tepat pada pertengahan siang, sekuntum bunga tanjung melayang jatuh ke arah kepalanya, secara gaib masuk ke dalam tubuh lewat ubun-ubun. Itulah satu-satunya makanan sekaligus minuman yang memberi kehidupan pada Cakra Mentari.

Perlahan-lahan matahari bergerak menuju titik tertingginya. Menjelang bola penerang jagat itu mencapai titik kulminasinya, sekujur tubuh Cakra Mentari tampak bergetar. Ada hawa dingin aneh menyelimuti, membuat tubuh pemuda itu mengeluarkan asap tipis yang memancarkan cahaya kebiruan. Sekuntum bunga
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #154 : Insan Tanpa Wajah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Labels

Entri Populer