Anakku…
Hancur hati Mama saat itu,
Menangispun tiada guna.
Engkau terrampas, tertinggal hanya
dengan selembar baju dibadanmu.
Mama tidak bisa terpaku terlalu Lama, Bertahan
tak mungkin,
Akhirnya Mama Harus Meninggalkanmu
dengan segala Kepasrahan.
Dengan satu Tekad, Mama Pasti akan
kembali untukmu anakku..
Menyesal dahulu mama mengijinkanmu toek
pamit Padanya,Pada Bapa tua itu,,, yang akhirnya Merampas Hak dan Hidupmu toek
tetap tinggal..
Mama selalu meriindukanmu sayang,,, Mama
Kembali lagi, tapi engkau tidak bisa mama temukan lagi,
Engkau diintimidasi, disembunyikan,
entah dengan maksud apa…
Kalian dua orang kesatriku dipsiahkan..
Tanpa Nurani, hanya karna keegoisannya,
Keegoisan seorang Bapak yang tidak
mempunyai Nurani,,ingin menguasai diri dan hidupmu…
Tabahkan jiwamu Satriaku,,,
Baik-baiklah disana…
Tetaplah Tegar…
Sehatlah selalu…
Beradalah selalu dijalan Allah…
Mama disini selalu mendoakanmu sayang.
Rajinlah belajar,dan belajarlah dengan
baik.
Akhirnya Mama Pasrah akan keadaan,,,
Engkau Kesatriaku akan memberikan yang
terbaik untuk Tabahku.
Hiduplah dengan baik Anakku, ADI
KURNIADI PRATAMA,
Mama Menyayangimu dengan Do’a- do’a
Mama..
Tabahkan Hatimu sayang…
Jangan nakal…
Mama selalu Merindukanmu…
Selalu…