Tulisan ini saya dedikasikan buat suamiku terkasih Mh Yufar, SH, MH yang Malam ini, Malam Minggu tanggal 20 Juli 2013, menelpon dengan Nada indah menyenangkan, yang bercerita tentang Kerinduan kami setelah di Awal Ramadhan tgl, 10 s/d 19 Juli, kami menghabiskan waktu bersama juga dengan anak kami Ari Alghifari P, di jakarta dengan segala Dinamikanya..
Suamiku bercerita tentang TEKAD dan KEINGINAN untuk menjadi lebih baik... Kumerasakan Rona Bahagia, ini ingin kujadikan Momentum awal dari aku mengiringi langkah perjuangannya, perjuangan kami, yang selama ini belum menemukan arah yang jelas.
Apapun hasilnya, Bahagia, Sukacita, Duka, bahkan Derita, kita tetap menggengam tangan bersama, semoga ini juga menjadi titik akhir dari banyaknya Kesalahpahaman yang terjadi selama usia perkawinan kita Papa,,,Kini sinar terang dari Allah akan gelapnya hati-hati kita selama ini,mulai memancar,,
min.. >>
Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan Rumah Tangganya Bahagia, Membina Keluarga Sakinah merupakan Idaman bagi setiap Keluarga Muslim.
Tidak terkecuali aku, Memasuki Mahligai Perkawianku yang sebelumnya pernah Gagal, pastinya disertai Tekad dan Niat ingin membangun rumah tangga yang Lebih baik, yang takkan lagi terpisahkan Dunia sampai akherat,,dengan Prinsipku akan kupersembahkan segala Cinta, Kasih sayang dan ketulusan dan Pengabdian terbaik buat suamiku,,
Satu hal kupelajari bahwa, Keberhasilan atau kegagalan dalam karir seorang suami, banyak dipengaruhi oleh kehidupan keluarganya. Selain itu membangun keluarga yang Sakinah merupakan cikal bakal lahirnya anak-anak yang Berkualitas, Mandiri, Memiliki Ketahanan Mental dan Spiritual yang kokoh yang pada gilirannya akan terwujud masyarakat dan bangsa yang maju dan mandiri.
Untuk dapat mewujudkan Keluarga Sakinah, tidak semudah membalikan telapak tangan. Dalam dinamika kehidupan berkeluarga, perjalanan Rumah Tangga kami tidak terlepas dari Rintangan, bahkan terkadang krikil-krikil kecil sering menyertai kehidupan keluarga kecil kami.
Dan untuk mewujudkan keluarga sakinah perlu adanya upaya dan tekad yang kuat dari masing-masing kami, saling menerima kekurangan dan kelemahan masing -masing.
Selain itu, juga diperlukan Kesabaran dan Keuletan dalam mengarungi bahtera Rumah Tangga serta Pengamalan terhadap Ajaran Agama.
HAKIKAT PERNIKAHAN adalah dalam rangka melaksanakan Sunatullah. Setiap pasangan suami istri yang menikah, tentu sangat menginginkan kebahagiaan hadir dalam kehidupan rumah tangganya, seperti juga aku sangat mendambakan dalam Rumah tanggaku ada Ketenangan, Ketentraman, Kenyamanan dan Kasih Sayang, Rumah tangga yang menjadi surga dunia.
Rumah Tangga itu dalam pemahamanku tidak dalam semua hal identik dengan limpahan materi, kebahagiaan bukanlah sebuah kemustahilan untuk dicapai, sebab kebahagiaan merupakan pilihan dan buah dari cara berpikir dan bersikap, oleh karena itu, dengan suami Pilihan Hatiku inilah kuharapkan dapat menikmati manisnya cinta dan indahnya kasih sayang dan kerinduan.
Islam menjadikan keluarga sebagai tempat untuk menjaga diri, yaitu menciptakan ketentraman dan keselamatan dari segala bentuk kejahatan yang ditimbulkan oleh orang lain, sehingga keluarga harus dijadikan tempat tinggal yang penuh dengan kebahagiaan agar seluruh anggota keluarga betah di rumah dan selalu saling merindukan.
Sebagimana firman Allah SWT, " Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal ... "(QS An Nahl: 80).
Untuk mewujudkan keluarga seperti itu, harus ada tekad bersama antara kami untuk mempertahankan cinta yang merupakan Anugerah dari Allah SWT, Kusangat Yakin dengan cintaku untuk suamiku ini, Cinta tanpa Pamrih, Kasih sayang dengan pengabdian terbaik...karena suamiku adalah sayap Malaikat yang dikirimkan Allah untukku dan anakku...
min.. >>
Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan Rumah Tangganya Bahagia, Membina Keluarga Sakinah merupakan Idaman bagi setiap Keluarga Muslim.
Tidak terkecuali aku, Memasuki Mahligai Perkawianku yang sebelumnya pernah Gagal, pastinya disertai Tekad dan Niat ingin membangun rumah tangga yang Lebih baik, yang takkan lagi terpisahkan Dunia sampai akherat,,dengan Prinsipku akan kupersembahkan segala Cinta, Kasih sayang dan ketulusan dan Pengabdian terbaik buat suamiku,,
Satu hal kupelajari bahwa, Keberhasilan atau kegagalan dalam karir seorang suami, banyak dipengaruhi oleh kehidupan keluarganya. Selain itu membangun keluarga yang Sakinah merupakan cikal bakal lahirnya anak-anak yang Berkualitas, Mandiri, Memiliki Ketahanan Mental dan Spiritual yang kokoh yang pada gilirannya akan terwujud masyarakat dan bangsa yang maju dan mandiri.
Untuk dapat mewujudkan Keluarga Sakinah, tidak semudah membalikan telapak tangan. Dalam dinamika kehidupan berkeluarga, perjalanan Rumah Tangga kami tidak terlepas dari Rintangan, bahkan terkadang krikil-krikil kecil sering menyertai kehidupan keluarga kecil kami.
Dan untuk mewujudkan keluarga sakinah perlu adanya upaya dan tekad yang kuat dari masing-masing kami, saling menerima kekurangan dan kelemahan masing -masing.
Selain itu, juga diperlukan Kesabaran dan Keuletan dalam mengarungi bahtera Rumah Tangga serta Pengamalan terhadap Ajaran Agama.
HAKIKAT PERNIKAHAN adalah dalam rangka melaksanakan Sunatullah. Setiap pasangan suami istri yang menikah, tentu sangat menginginkan kebahagiaan hadir dalam kehidupan rumah tangganya, seperti juga aku sangat mendambakan dalam Rumah tanggaku ada Ketenangan, Ketentraman, Kenyamanan dan Kasih Sayang, Rumah tangga yang menjadi surga dunia.
Rumah Tangga itu dalam pemahamanku tidak dalam semua hal identik dengan limpahan materi, kebahagiaan bukanlah sebuah kemustahilan untuk dicapai, sebab kebahagiaan merupakan pilihan dan buah dari cara berpikir dan bersikap, oleh karena itu, dengan suami Pilihan Hatiku inilah kuharapkan dapat menikmati manisnya cinta dan indahnya kasih sayang dan kerinduan.
Islam menjadikan keluarga sebagai tempat untuk menjaga diri, yaitu menciptakan ketentraman dan keselamatan dari segala bentuk kejahatan yang ditimbulkan oleh orang lain, sehingga keluarga harus dijadikan tempat tinggal yang penuh dengan kebahagiaan agar seluruh anggota keluarga betah di rumah dan selalu saling merindukan.
Sebagimana firman Allah SWT, " Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal ... "(QS An Nahl: 80).
Untuk mewujudkan keluarga seperti itu, harus ada tekad bersama antara kami untuk mempertahankan cinta yang merupakan Anugerah dari Allah SWT, Kusangat Yakin dengan cintaku untuk suamiku ini, Cinta tanpa Pamrih, Kasih sayang dengan pengabdian terbaik...karena suamiku adalah sayap Malaikat yang dikirimkan Allah untukku dan anakku...
Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas hubungan suami istri dalam rumah tangga sangat mempengaruhi keluarga tersebut bisa terwujud menjadi Keluarga yang Sakinah, Mawaddah , Warahmah (Samara).
Oleh karena itu, Kita, suamiku harus sama-sama menjaga dan menghormati Ikatan Perkawinan yang telah dibuat sebagai sebuah Ikatan yang Suci.
Agar perkawinan itu menjadi kuat, maka diperlukan pengikat yang kuat pula, yaitu Mawaddah dan Rahmah.
MAWADAH adalah kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Mawaddah ini adalah "cinta plus ". Orang yang di dalam hatinya ada Mawaddah, maka tidak akan memutuskan hubungan, seperti apa yang terjadi pada orang 'bercinta'. Ini disebabkan hatinya begitu lapang dan kosong dari keburukan, sehingga pintu-pintunya pun tertutup untuk dimasuki keburukan.
Sedangkan RAHMAH adalah kondisi psikologis ketidakberdayaan. RAHMAH akan menghasilkan Kesabaran, Murah Hati, Tidak Cemburu Buta, Tidak mencari keuntungan sendiri, Tidak menjadi pemarah apalagi sampai pendendam.
Kualitas MAWADAH WA RAMAH di dalam Rumah Tangga, yang dipupuk oleh pasangan suami istri sangat menentukan bagaimana kondisi rumah tangga tersebut, apakah bahagia atau tidak, tidak ada artinya hubungan suami istri yang tidak didasarkan pada cinta dan kasih sayang, , badan berdekatan namun Ruh berjauhan.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa istri tidak hanya membutuhkan Makanan, Minuman, Pakaian, Tempat Tinggal dan segala kebutuhan material belaka, Tapi istri juga sangat mengharapkan dari suami perhatian yang Tulus, kata-kata yang halus, wajah cerah sumringah, senyum ceria, senda gurau yang menyenangkan, sentuhan lembut, ciuman yang mesra serta berbagai perilaku mulia yang menyejukkan hati dan mendinginkan gundahnya, bahkan itu semua melebihi dari kebutuhan material.
Semoga keluarga kita bisa meraih tingkatan Keluarga SAMARA Ya Suamiku, Imamku, Mh Yufar, SH, MH...
Aamiin,, Aamiin,,, Aamiin... Ya Rabbal alamin.. >>
Oleh karena itu, Kita, suamiku harus sama-sama menjaga dan menghormati Ikatan Perkawinan yang telah dibuat sebagai sebuah Ikatan yang Suci.
Agar perkawinan itu menjadi kuat, maka diperlukan pengikat yang kuat pula, yaitu Mawaddah dan Rahmah.
MAWADAH adalah kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Mawaddah ini adalah "cinta plus ". Orang yang di dalam hatinya ada Mawaddah, maka tidak akan memutuskan hubungan, seperti apa yang terjadi pada orang 'bercinta'. Ini disebabkan hatinya begitu lapang dan kosong dari keburukan, sehingga pintu-pintunya pun tertutup untuk dimasuki keburukan.
Sedangkan RAHMAH adalah kondisi psikologis ketidakberdayaan. RAHMAH akan menghasilkan Kesabaran, Murah Hati, Tidak Cemburu Buta, Tidak mencari keuntungan sendiri, Tidak menjadi pemarah apalagi sampai pendendam.
Kualitas MAWADAH WA RAMAH di dalam Rumah Tangga, yang dipupuk oleh pasangan suami istri sangat menentukan bagaimana kondisi rumah tangga tersebut, apakah bahagia atau tidak, tidak ada artinya hubungan suami istri yang tidak didasarkan pada cinta dan kasih sayang, , badan berdekatan namun Ruh berjauhan.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa istri tidak hanya membutuhkan Makanan, Minuman, Pakaian, Tempat Tinggal dan segala kebutuhan material belaka, Tapi istri juga sangat mengharapkan dari suami perhatian yang Tulus, kata-kata yang halus, wajah cerah sumringah, senyum ceria, senda gurau yang menyenangkan, sentuhan lembut, ciuman yang mesra serta berbagai perilaku mulia yang menyejukkan hati dan mendinginkan gundahnya, bahkan itu semua melebihi dari kebutuhan material.
Semoga keluarga kita bisa meraih tingkatan Keluarga SAMARA Ya Suamiku, Imamku, Mh Yufar, SH, MH...
Aamiin,, Aamiin,,, Aamiin... Ya Rabbal alamin.. >>


0 komentar:
Posting Komentar